Sabtu
(14/2/20), Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang
mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “HAM Dalam Pelukan Kapitalisme” di
Auditorium Lantai 6 Gedung A. Pada seminar Nasional ini, tak tanggung-tanggung
HIMAMEN mengundang narasumber yang luar biasa hebat, yaitu Haris Azhar seorang
aktivis HAM yang wajahnya sering kita jumpai di Talkshow andalan tvOne, ILC
(Indonesia Lawyers Club) dan juga seorang pengusaha muda yang menginspirasi
para kaum millenial, Erzalul Octa Aziz.
Pembicara
pertama disampaikan oleh Erzalul Aziz, yang menyampaikan informasi tentang
kiat-kiat menjadi pengusaha muda, “anak-anak muda pada zaman sakarang ini,
harus mulai berpikir untuk tidak mengandalkan orang lain dalam mendapatkan
pekerjaan, tetapi juga harus sadar bahwasanya kita bisa memberikan pekerjaan
terhadap orang lain” tutur Erzalul. Menurutnya, anak muda zaman sekarang tidak
perlu takut untuk memulai suatu bisnis, bisnis apapun itu harus dicoba terlebih
dahulu. Dengan Niat dan tekad yang kuat semua bisa terjadi.
Erzalul pun
menceritakan pengalamannya dalam berbisnis. Mulai dari menjadi reseller produk
orang lain, memulai produknya sendiri, hingga mampu memiliki re-sellernya
sendiri. menurutnya dalam berbisnis itu ada tahapannya, untuk itu kita harus
sabar dalam berbisinis. Dan terkait masalah HAM dalam pelukan Kapitalisme ini,
menurut Erzalul salah satu cara keluar dalam pelukan kapitalisme adalah dengan
memulai suatu bisnis, dan menjadi pebisnis atau pengusaha yang baik serta
bermanfaat bagi orang banyak.
Materi
seminar pun dilanjutkan oleh Haris Azhar. Menurutnya, kehidupan sehari-hari
kita itu tidak jauh dari yang namanya cengkraman kapitalisme. Mulai dari
minuman, makanan, pakaian pun tanpa kita sadari maupun tidak, itu berasal dari
orang-orang kapitalis. Namun menurut penuturannya pula, kita sebagai manusia
lahir ke muka bumi sudah memiliki Hak Asasi, mulai dari udara, air, tanah,
makanan, dan lain-lain. Dan untuk mendapatkan Hak-Hak itu semua kita harus
terbebaskan dari yang namanya jeratan atau pelukan kapitalisme, dengan apa?.
Menurut
Haris, dengan kita sadar dan tidak menutup mata akan suatu hal kecil yang tidak
layak dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa, itu sudah dikatakan kita bebas
dari yang namanya pelukan kapitalisme. Selanjutnya, kita juga harus mulai
menyuarakannya dengan menyebarkan informasi tersebut kepada orang-orang, agar
orang banyak pun dapat keluar dari yang namanya jeratan kapitalisme. Dan ketika
sudah banyak orang sadar akan tindakan buruk melanggar HAM yang dilakukan
oknum-oknum berkuasa, maka kita mampu menghentikannya secara bersama-sama.


