Selasa, 16 Maret 2021

Nikah Muda? Kenali Dulu Hal-hal Ini!

 

(Foto: Wendel Moretti/Pexels)

Pernikahan sejatinya merupakan impian setiap orang. Setiap orang pasti memiliki mimpi untuk menghabiskan waktu, berjuang bersama, dan menghasilkan keturunan dengan orang terkasih. Namun, waktu untuk menikah setiap orang itu pasti berbeda-beda. Ada yang memilih untuk menikah diusia matang, ada juga yang menikah diusia yang terbilang tua dan ada pula yang memilih menikah diusia muda.

Berbicara menikah diusia muda, tentu saja terdapat pro dan kontranya sendiri, namun dibalik pro serta kontra tersebut sudah seharusnya kita menghargai setiap keputusan masing-masing orang terkait masalah menikah muda ini. Karena nyatanya memang kehidupan setiap orang itu berbeda-beda, dan kita tidak bisa memandang kehidupan seseorang dari kacamata yang sama. Maka dari itu keputusan untuk iya atau tidaknya tentang menikah muda tergantung masing-masing orang dalam menjalani hidup. Berikut dua penjelasansan atas pertanyaan Iya atau Tidak untuk menikah muda.


Iya, untuk Nikah Muda!

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk menikah muda. Selain karena rasa cinta, tak sedikit orang yang memilih menikah muda, karena ingin meringankan beban kedua orang tua. Untuk pasangan yang menikah muda, mereka memiliki prinsip untuk sukses bersama-sama dan saling support satu sama lain secara bersama-sama, tanpa harus membebankan kedua orang tua mereka. Dan tentu saja untuk seorang perempuan, terkait nafkah nantinya akan menjadi tanggung jawab suaminya bukan orang tuanya lagi.

Selain karna faktor ekonomi, ada yang menikah muda karena faktor hubungan yang sudah berjalan lama. Biasanya pasangan yang sudah lama berpacaran juga ingin segera menikah. Karena mereka berpikir, mereka sudah saling mengenal, dan memahami kepribadian satu sama lain secara dalam. Jadi untuk apa mereka menunggu lama-lama lagi, terlebih pasangan yang sudah pacaran lama merasa bahwa, jika hubungan tersebut tidak dibawa ke arah yang lebih serius nantinya malah akan menjadi sebuah masalah, seperti kehilangan pasangan yang disayangi.

Banyak orang yang berpikir bahwa menikah muda adalah hal yang tidak baik karena mental serta psikologis mereka belum matang sepenuhnya. Namun bagi pasangan yang memutuskan untuk menikah muda, umur bukanlah takaran untuk mengukur seberapa dewasa pemikiran seseorang. Dan menurut mereka, melalui pernikahan keduanya bisa saling belajar mengatasi masalah bersama-sama, mereka juga mampu memperbaiki kekurangan satu sama lain dengan saling memberikan nasihat. Melalui pernikahan inilah, mereka dapat belajar arti kedewasaan yang sesungguhnya itu seperti apa.

Selain dari ketiga faktor yang telah disebutkan diatas, tentu saja faktor satu ini tidak bisa ketinggalan untuk disebutkan sebagai alasan menikah muda. Yaitu, untuk menghindar dari yang namanya perbuatan zinah. Hasrat sexual merupakan fitrah setiap manusia, namun yang sulit dari fitrah tersebut adalah mengendalikan hawa nafsu yang ada, dikala sepasang manusia yang saling mencintai tanpa pernikahan terjadi. Untuk itu, bagi pasangan menikah muda, pacaran adalah hal yang sia-sia, menurut mereka, ketika dua orang saling mencintai dan yakin satu sama lain, pernikahan adalah jalan yang tepat untuk mempertahankan sebuah hubungan. Dan melalui pernikahan pula, kita bisa menghindari yang namanya fitnah dari orang lain, yangmana hal tersebut sering terjadi di kehidupan sosial anak muda.

Tidak, untuk Nikah Muda

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, menikah muda itu memiliki pro dan kontra, ada orang yang memutuskan untuk menikah mudah dengan berbagai alasan, dan tentunya ada pula orang yang kontra dengan prinsip menikah diusia muda. Alasannya pun berbagai. Yang pertama ada karena faktor psikis, dimana menurut pakar psikologi memasuki usia 20 tahun merupakan masa-masa transisi kepribadian, dari remaja menuju dewasa. Untuk itu di masa transisi inilah, para anak muda masih labil dalam menghadapi setiap masalah dalam hidupannya serta belum bisa mengendalikan emosi dan mengambil keputusan dengan baik. Sebuah penelitian mengatakan bahwa menikah sebelum menginjak usia 18 tahun beresiko mengalami gangguan mental. Gangguan mental tersebut antara lain depresi kecemasan, gangguan kepribadian ganda, dan trauma psikologis. Itu semua merupakan efek dari anak muda yang memutuskan untuk berumah tangga disaat psikis orang itu sendiri belum matang.

Alasan selanjutnya orang tidak mau menikah muda, yaitu karena mereka masih mau menikmati kehidupannya sendiri. Mereka yang menolak nikah muda mengatakan bahwa mereka ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, ingin menghasilkan duit untuk keperluan pribadi, serta masih ingin membahagiakan kedua orang tua dengan uang sendiri, tanpa campur tangan urusan lain. Mereka berpikir, jika menikah muda akan memberatkan harapan-harapan tersebut, karena jika mereka memutuskan untuk menikah diusia muda itu artinya mereka memiliki tanggung jawab baru terhadap rumah tangganya sendiri, sehingga me time dan waktu bersama orang tua pun akan berkurang.

Berikutnya ada faktor kesehatan, dilihat dari aspek kesehatan untuk perempuan yang hamil dibawah usia 20 tahun rentan mengalami gangguan kehamilan bahkan keguguran. Karena, organ-organ reproduksi pada wanita saat itu belum terbentuk sempurna. Selain itu, tubuh wanita muda dianggap belum mampu menopang bobot bayi, akibatnya saat hamil ia akan mudah lelah. Dan resiko lainnya apabila hamil disaat organ belum siap yaitu bayi bisa lahir prematur, ada pula yang sudah lahir namun satu bulan kemudian bayi tersebut tidak selamat, tekanan darah tinggi bagi si ibu, anemia dan lain sebagainya. Ditambah menjadi orang tua diusia muda, mereka belum mempunyai pengetahuan pola asuh anak yg baik dan kesiapan mental juga belum siap untuk bisa mengasuh anak. Yang ujung-ujungnya nanti akan berdampak kepada meningkatnya angka kematian bayi/anak di Indonesia.


Itulah beberapa contoh alasan seseorang dalam menanggapi perihal nikah muda. Ada yang pro ada pula yang kontra. Dibalik pro dan kontra itu sendiri, yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana kita memahami diri kita sebenarnya seperti apa, jangan sampai keputusan yang kita ambil nantinya akan membawa kita kedalam sebuah masalah besar. Jadi, baik atau buruknya menikah muda? Itu semua kembali pada persepsi masing-masing orang setelah memahami dan mengenal dirinya sendiri.

Senin, 08 Maret 2021

Anggi Anggraeni Sang Penyelamat Kucing Telantar

 

                                               (Foto: Instagram/Anggianggraeni2015)

Anggi Anggraeni (lahir di Lampung, 04 Agustus 1984) merupakan seorang Ibu Rumah Tangga sekaligus pendiri Cigading Rescue.

Cigading Rescue merupakan tempat atau rumah bagi kucing-kucing telantar yang sakit, dibuang, terluka, dan lain sebagainya. Tujuan didirikannya Cigading Rescue yaitu untuk memberikan perlindungan bagi kucing-kucing telantar sekaligus memberikan kesejahteraan kepada kucing-kucing tersebut.

Sejak kecil Anggi memang sudah menyayangi dan memelihara kucing. Hingga suatu ketika tepatnya pada tahun 2017, ia menemui anak-anak kucing tanpa induk yang dibuang begitu saja dipinggir jalan. Karena tidak tega melihat anak-anak kucing itu kehausan dan mencari-cari induknya, ia pun berinisiatif membawa mereka pulang kerumah. Dari kejadian tersebutlah akhirnya Cigading Rescue berdiri, dan hingga saat ini masih terus melakukan penyelamatan kucing-kucing telantar.

Ketika ditanya apa yang memotivasi Anggi untuk mendirikan Cigading Rescue, ia pun menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan perasaan Anggi, yang memposisikan dirinya apabila berada disituasi kucing-kucing telantar namun tidak dapat berbicara untuk meminta pertolongan. Sehingga menurut penuturan Anggi, dia sebagai manusia yang memiliki akal dan juga perasaan harus menolong mereka. Karena hal tersebutlah, Anggi pun tiap tahunnya harus membayar uang  sewa rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal khusus untuk menampung kucing-kucing telantar yang ia selamatkan dari jalanan.

Saat ini jumlah kucing yang ia selamatkan berjumlah 50-an ekor, yang mana kebanyakan kasus kucing telantar yang sering ia temui itu berasal dari kucing yang sakit maupun anak-anak kucing yang masih butuh asih dari induknya namun sudah dibuang oleh manusia dan dipisahkan dari induknya.

Saat ditanya apakah Anggi pernah lelah saat merawat puluhan kucing. Anggi pun mengatakan bahwa ia sering merasa bingung dan frustasi apabila jumlah makanan kucing semakin sedikit, namun pendapatan masih kurang, terlebih biaya kontrakan untuk rumah kucing sering ditunggak, dan tagihan operasi kucing pun terus ada seiring ia menemui kasus-kasung kucing sakit atau kecelakaan. Namun, hal-hal tersebut tidak pernah membuat Anggi berpikir untuk lepas tanggung jawab terhadap kucing-kucing telantar yang ia selamatkan. Karena banyak masyarakat maupun pengikut instagram Cigading Rescue yang selalu mensupport Anggi dengan memberikan donasi dan juga semangat.

Terakhir, Anggi pun menyampaikan pesan nya untuk masyarakat tentang kucing-kucing telantar. Ia mengatakan, kucing, anjing, kelinci, dan hewan lainnya merupakan makhluk hidup yang juga memiliki hak untuk hidup sejahtera, maka dari itu biarkanlah mereka hidup berdampingan dengan manusia secara aman dan nyaman.

5 Wisata Bersejarah yang Ada di Banten

          Ada banyak sekali ragam jenis destinasi wisata di Banten yang bisa kita kunjungi, sebagai destinasi liburan yang menyenangkan. Sal...