Selasa, 30 Juni 2020

Seminar Nasional: HAM Dalam Pelukan Kapitalisme



Foto by Siti Magfiroh )

Sabtu (14/2/20), Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “HAM Dalam Pelukan Kapitalisme” di Auditorium Lantai 6 Gedung A. Pada seminar Nasional ini, tak tanggung-tanggung HIMAMEN mengundang narasumber yang luar biasa hebat, yaitu Haris Azhar seorang aktivis HAM yang wajahnya sering kita jumpai di Talkshow andalan tvOne, ILC (Indonesia Lawyers Club) dan juga seorang pengusaha muda yang menginspirasi para kaum millenial, Erzalul Octa Aziz.

Pembicara pertama disampaikan oleh Erzalul Aziz, yang menyampaikan informasi tentang kiat-kiat menjadi pengusaha muda, “anak-anak muda pada zaman sakarang ini, harus mulai berpikir untuk tidak mengandalkan orang lain dalam mendapatkan pekerjaan, tetapi juga harus sadar bahwasanya kita bisa memberikan pekerjaan terhadap orang lain” tutur Erzalul. Menurutnya, anak muda zaman sekarang tidak perlu takut untuk memulai suatu bisnis, bisnis apapun itu harus dicoba terlebih dahulu. Dengan Niat dan tekad yang kuat semua bisa terjadi.

Erzalul pun menceritakan pengalamannya dalam berbisnis. Mulai dari menjadi reseller produk orang lain, memulai produknya sendiri, hingga mampu memiliki re-sellernya sendiri. menurutnya dalam berbisnis itu ada tahapannya, untuk itu kita harus sabar dalam berbisinis. Dan terkait masalah HAM dalam pelukan Kapitalisme ini, menurut Erzalul salah satu cara keluar dalam pelukan kapitalisme adalah dengan memulai suatu bisnis, dan menjadi pebisnis atau pengusaha yang baik serta bermanfaat bagi orang banyak.

 ( Foto by Siti Magfiroh )

Materi seminar pun dilanjutkan oleh Haris Azhar. Menurutnya, kehidupan sehari-hari kita itu tidak jauh dari yang namanya cengkraman kapitalisme. Mulai dari minuman, makanan, pakaian pun tanpa kita sadari maupun tidak, itu berasal dari orang-orang kapitalis. Namun menurut penuturannya pula, kita sebagai manusia lahir ke muka bumi sudah memiliki Hak Asasi, mulai dari udara, air, tanah, makanan, dan lain-lain. Dan untuk mendapatkan Hak-Hak itu semua kita harus terbebaskan dari yang namanya jeratan atau pelukan kapitalisme, dengan apa?.

Menurut Haris, dengan kita sadar dan tidak menutup mata akan suatu hal kecil yang tidak layak dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa, itu sudah dikatakan kita bebas dari yang namanya pelukan kapitalisme. Selanjutnya, kita juga harus mulai menyuarakannya dengan menyebarkan informasi tersebut kepada orang-orang, agar orang banyak pun dapat keluar dari yang namanya jeratan kapitalisme. Dan ketika sudah banyak orang sadar akan tindakan buruk melanggar HAM yang dilakukan oknum-oknum berkuasa, maka kita mampu menghentikannya secara bersama-sama.


1 komentar:

  1. Artikel yang baik, terima kasih kepada penulis yang sudah menuliskan dengan baik

    BalasHapus

5 Wisata Bersejarah yang Ada di Banten

          Ada banyak sekali ragam jenis destinasi wisata di Banten yang bisa kita kunjungi, sebagai destinasi liburan yang menyenangkan. Sal...