Ada banyak sekali ragam jenis destinasi wisata di Banten yang bisa kita kunjungi, sebagai destinasi liburan yang menyenangkan. Salah satu jenis wisata yang bisa kita lakukan di Banten yaitu tentang destinasi wisata sejarah di Banten. Lokasi wisata yang tak hanya bisa kita jadikan lokasi berlibur yang menyenangkan namun juga bisa menjadi tempat belajar dan menambah ilmu. Ada beberapa lokasi yang bisa kita kunjungi, seperti lima wisata yang telah saya rangkum dibawah ini.
Masjid Agung
Nurul Yaqin atau biasa dikenal Masjid Pintu Seribu terletak di di kampung
Bayur, Periuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Dinamai dengan
pintu seribu karena memang masjid ini memiliki jumlah pintu yang sangat banyak,
dan tidak ada yang tahu persis jumlah dari pintu masjid, untuk itu dijuluki
pintu seribu. Didirikan sekitar tahun 1978 olehSyekh Ami Al Faqir Mahdi Hasan
Al Muqaddam seorang ulama keturunan Arab.
Masjid Pintu
Seribu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan masjid lain di Banten. Selain
memiliki seribu pintu, masjid ini pun memiliki desain arsitektur masjid
bertemakan zaman Baroque, Maya dan Aztec. Keunikan lainnya yaitu tasbih
berukuran raksasa terpajang di dalam masjid. Memiliki 99 butir berdiameter 10
centimeter. Setiap butir bertuliskan nama Asma’ul-Husna. Masjid ini pun
memiliki nilai sejarah, dimana masjid ini merupakan salah satu tempat penyebaran
Islam di Tangerang. Penyebaran agama
islam dilakukan dengan cara pembagian sembako untuk fakir miskin dan anak yatim
piatu.
Banten lama, merupakan wisata bersejarah sisa kejayaan Kerajaan Banten. Di tempat ini terdapat banyak peninggalan bersejarah Kerajaan Banten, Sebut saja, Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Benteng Speelwijk, Meriam Ki Amuk, Pelabuhan Karangantu, dan Istana Kaibon. Banten Lama banyak menyimpan kisah perkembangan sejarah Kesultanan Islam di Banten yang cocok untuk wisatawan yang tertarik dengan sejarah Bantent, dan juga cocok dijadikan tempat berwisata religi untuk para peziarah yang ingin berkunjung ke pemakaman para ulama dan kesultann Banten.
Lokasi wisata bersejarah
sekaligus religi berikutnya ada Batu Qur’an yang terletak di Kabupaten
Pandeglang, di kaki Gunung Karang. Batu Qur’an merupakan salah satu obyek
wisata religi di Banten dengan ciri khas tempat ziarah yang memiliki sejarah
unik. Disebut Batu Qur’an karena berasal dari adanya batu besar yang
bertuliskan Al-Qur’an di tempat tersebut. Namun, masyarakat percaya bahwa hanya
orang-orang yang memiliki ilmu tinggilah yang bisa melihat tulisan Al-Qur’an
tersebut.
Selain itu, cerita unik lainnya dari batu ini adalah Masyarakat juga meyakini bahwa lokasi batu ini dulunya adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyuruddin yang hendak pergi haji pada abad ke-15. Konon, hanya dengan menginjakkan kaki di lokasi itu, Syekh Maulana bisa langsung tiba di Mekkah. Selain cerita-cerita itu, daya tarik lainnya dari wisata Batu Qur-an ini yaitu kejernihan airnya yang mengalir di sekitaran tempat tersebut.
4. Tugu
Mauk
Tugu Mauk
merupakan salah satu monumen bersejarah yang dimiliki oleh masyarakat
Tangerang, yang berlokasi di perempatan Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten
Tangerang. Dibalik kokohnya bangunan tiga orang sedang mengangkat perisai api
tersebut, ternyata terdapat sejarah yang terkenang untuk menghormati Pahlawan
Nasional Otto Iskandardinata, yang meninggal di Mauk pada tahun 1945 oleh
Laskar Hitam Tangerang, demi mempertahankan keutuhan NKRI yang baru saja
merdeka.
Karena perjuangan dan keberanian Otista dalam mempertahankan NKRI itulah, dibangun monumen yang dinamakan Tugu Mauk. “sangat bangga dan patut diapresiasi dengan apa yang telah pahlawan Otto Iskandardinata lakukan demi NKRI ini, dan dengan adanya Tugu Mauk ini, saya rasa akan membangun jiwa semangat perjuangan terhadap masyarakat Tangerang, terutama masyarakat Mauk itu sendiri,” jelas Nabila Mahasiswi
Klenteng Boen
Tek Bio adalah klenteng tertua yang ada di Kota Tangerang. Klenteng ini sudah
berdiri sejak tahun 1684. Arti dari kata “Boen” sendiri adalah intelektual, dan “tek” berarti
kebajikan, sementara “bio” berarti tempat ibadah. Berarti Klenteng Boen Tek Bio
memiliki arti tempat ibadah yang penuh dengan nilai kebajikan.
Yang menarik
dari klenteng ini adalah aksesori yang ada pada klenteng ini berasal dari Cina.
Seperti lonceng besar yang dibuat oleh perusahaan pengecoran Ban Coan Lou di
Cina pada tahun 1835. Selain itu, ada pula Singa Batu (Cioh Sai) yang dibuat
pada tahun 1827. Dan untuk yang ingin berwisata ke tempat ini, diharapkan
uuntuk datang pada hari-hari spesial, seperti imlek. Untuk merasakan kemeriahan
suasana klenteng.
Itulah beberapa lokasi wisata
sejarah di Banten yang bisa kalian kunjungi. Selain bisa menjadi sebuah destinasi wisata yang
unik dan menyenangkan. Kawasan tersebut juga bisa menambah pengetahuan kita mengenai
sejarah di Banten.









