Sabtu (8/5/21), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas
Siliwangi mengadakan Tausiyah Online yang
bertemakan “Keutamaan Malam 1000 Bulan” melalui aplikasi Zoom. Event
Ramadhan ini diikuti oleh Mahasiswa
Universitas Siliwangi itu sendiri, dan juga umum. Tausyiah Online ini
mengundang Kiyai Ahmad Sodiqin (Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Ruqqyah) sebagai
narasumber dan dipandu langsung oleh salah satu anggota BEM FT Universitas
Siliwangi yang bernama Elis Sri Nuraeni.
Acara ini diawali dengan pembukaan yang dibawakan oleh Elis sebagai pemandu
acara. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dan tidak lupa
sambutan dari Ketua Dekan Fakultas Tenik Universitas Siliwangi, Rifki Gunawan.
Dalam sambutannya Rifki menyampaikan bahwa mahasiswa jangan hanya pintar
akademis, namun juga spiritual. Untuk
itu beliau berpesan kepada seluruh peserta Tausiyah Online untuk mendengarkan
tausiyah secara hikmat dan mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh narasumber.
Setelah sambutan, acara ini pun dilanjutkan dengan kegiatan utama yaitu
Tausiyah yang dibawakan oleh Kiyai Ahmad Sodiqin. Dalam tausiyahnya Kiyai Ahmad
Sodiqin memaparkan tentang keutamaan malam 1000 bulan. Beliau menyampaikan
bahwa amal soleh yang dikerjakan pada malam Lailatul Qadr nilainya lebih baik
dari 1000 bulan atau setara 83 tahun. Malam Lailatul Qadr akan turun di tanggal-tanggal ganjil pada 10
hari terakhir bulan Ramadhan. Makna Qadr sendiri yaitu kemuliaan derajat,
sempit dan ketentuan ilahi. Kemuliaan derajat maksudnya, siapapun yang melakukan
ibadah dan amal kebaikan pada malam itu maka akan Allah akan muliakan orang
tersebut dengan pahala yang sangat tinggi. Lalu, makna dari kata sempit itu
sendiri diartikan bahwa pada malam Lailatul Qadr bumi seakan menyempit karena
para malaikat akan turun dan mengatur semua urusan manusia. Makna Qadr ketiga
yaitu ketentuan ilahi, seperti halnya rukun iman ke 6, Qadr berarti malam
dimana Allah akan menentuka takdir semua
peristiwa manusia, untuk itu pada malam itu manusia akan perbanyak beribadah
dan beramal sholeh untuk mendapat takdir yang baik. Untuk itu Kiyai Ahmad
Sodiqin pun mengajak seluruh peserta Tausiyah untuk berlomba-lomba berbuat amal sholeh “marilah kita perbanyak
berdo’a, berdzikir, membaca Al-Qur’an, Sholat sunnah, bersedekah untuk mengejar
malam Lailatul Qadr.” ucap Kiyai Ahmad Sodiqin untuk menutup tausiyahnya.
Tausiyah Online ini pun diakhiri dengan pembacaan do’a serta sesi foto dan
penyerahan sertivikat kepada Kiyai Ahmad Sodiqin secara virtual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar